Pemberlakuan C-AFTA 2010

Posted by apapunditulis on Rabu, 06 Januari 2010 , under |



Awal tahun 2010 dimulai dengan pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Agreement, yang memberlakukan sekitar 90% harga komoditi dari China ke Negara-negara ASEAN dan sebaliknya turun dari sekitar 12% hingga ke 0.6%. Hal ini merupakan pangkasan dari biaya pajak. Dari jumlah populasi yang terkena imbas, ini merupakan perjanjian kerjasama perdagangan yang terbesar di dunia. Dari volumenya merupakan yang ke-tiga terbesar di dunia. Potensi market yang besar ini dipastikan akan meningkatkan kekompetitifan negara-negara yang terlibat.

Selamat bersaing bangsa Indonesia!

SPA dan Batak

Posted by apapunditulis on Selasa, 05 Januari 2010 , under |



Apa itu SPA? hehehe.. ini adalah singkatan dari Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah guru dari Plato, dan Plato adalah guru dari Aristoteles. Plato ialah seorang filsuf Yunani yang menjelaskan logika berpikir deduktif, atau Top Down. Sedangkan Aristoteles ialah seorang yang menggagas logika berpikir Induktif, atau Bottom Up. Ketiganya hidup di sekitaran abad ke 3 sebelum Masehi.

Bayangkan dengan bangsa Batak yang masih berpikir dengan mitos mengenai keberadaan bangsanya sendiri hingga tahun 1865, dimana sekolah-sekolah tingkat dasar mulai bertumbuh bagaikan jamur di tanah batak. Padahal, Lyceum, sebuah Universitas yang dibentuk oleh Aristoteles telah ada abad ke-3 sebelum Masehi. Aristoteles terkenal dengan karyanya The Categories, yang menjelaskan pengelompokan benda-benda, binatang, bahkan bilangan. Walaupun kini banyak karyanya yang telah dibantah, terutama setelah era Newton. Tapi dasar logika berpikir telah ia terapkan di dunia barat jauh sebelum bangsa-bangsa yang lain mengenalnya.

Tetapi mesti disyukuri, walaupun hingga kini setahu saya belum ada salah seorangpun dari bangsa Batak yang telah membuat sesuatu berkaliber dunia, kemajuan pendidikan telah menjadi DNA bagi seorang bangsa Batak. Dan inilah yang disebut dengan cikal-bakal tradisi kemapanan, Semoga!

Sekilas Sejarah Batak

Posted by apapunditulis on , under |



Beruntung kita memiliki orang-orang yang mau menghargai sejarah. Walaupun banyak yang berpendapat bahwa sejarah hanyalah bagian dari gambaran siapa penguasa saat itu, yang memiliki pengaruh agar ceritanya dapat dipercaya. Ketertarikan ini dimulai ketika aku pulang ke Bandung di medio Desember 2009. Aku melihat karya tulisan Sitor Situmorang yang berjudul Toba Na Sae. Ini adalah salah satu buku yang menceritakan legenda, mitos, hikayat hingga fakta mengenai sejarah batak, terutama klan Batak Toba.

Sejarah batak dimulai dari sesuatu yang tidak logis, menggambarkan keterisolasian masyarakat pada jaman dahulu kala. Orang batak dipercaya merupakan keturunan si Boru Deak Parujar, seorang dewi yang turun dari langit ke bumi, tepatnya di daerah Pusuk Buhit, Samosir. Dan ia selalu diletakkan dalam Tarombo (silsilah) orang batak. Anaknya bernama Si Raja Batak. Ini adalah awal dari sejarah marga-marga, sejarah kaidah, sejarah agama asli batak, dan sejarah sosial-politik suku Batak. Ada dua marga batak utama yang merupakan keturunan langsung si Raja Batak, yaitu Tatea Bulan (marga Lontung dan Borbor) dan Raja Isumbaon (marga Sumba).

Sumber lain yang cukup logis adalah dari buku karya Mangaradja Siregar, yang berjudul Tuanku Rao. Buku  ini diterbitkan pada tahun 1964, tetapi sempat dilarang untuk beredar karena isinya yang sangat provokatif. Buku ini menceritakan bagaimana suku bangsa Batak yang dipimpin oleh Singamangaraja X pernah dibantai, diperkosa, dibakar untuk sebuah penyebaran agama melalui perang Padri sekitar tahun 1820-an, pimpinan Tuanku Imam Bonjol. Dikatakan dalam buku tersebut, ini adalah mimpi terburuk dalam sejarah Batak. Ratusan ribu mati dengan pedang, puluhan ribu wanita diperkosa, puluhan ribu rumah dibakar membentang dari Tapanuli Selatan (Mandailing, Angkola) hingga ke Tapanuli Utara (Toba) dengan pimpinan Tuanku Lelo, seorang bermarga Nasution. Sedangkan Singamangaraja X mati ditebas dengan pedang oleh seorang bermarga Siregar. Keduanya dipimpin oleh Tuanku Rao, seorang keponakan Singamangaraja sendiri. Ini adalah cerita mengenai penyebaran agama, tetapi juga campur dengan dendam. Tuanku Rao, bernama asli Pongkinangolngolan Sinambela yang coba dibunuh oleh Singamangaraja IX, tetapi ia berhasil hidup kemudian dididik menjadi tentara perang kerajaan Ottoman, Turki. Ia memiliki pengalaman perang di Siria. Kemudian ia mengabdi kepada Tuanku Imam Bonjol, seorang yang juga memiliki kemampuan strategi perang dari Turki.

Tetapi pada tahun 2007 buku ini diperbanyak kembali, mungkin karena menganggap masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih dewasa untuk memilih mana yang menurutnya baik atau tidak. Selain hal tersebut, buku ini juga memberikan pandangan yang lebih logis mengenai awal mula suku Batak. Ada beberapa suku disekitaran Asia Tenggara yang memiliki kesamaan budaya atau karakter atau bahasa atau tulisan dengan suku Batak.

Pertanyaannya mengapa bangsa batak sulit memperoleh posisi politis yang penting di Indonesia? Buku Toba Na Sae menjelaskan bahwa dalam sejarah orang batak, bahkan seorang Singamangaraja sekalipun harus tunduk pada keluarga istrinya, yang disebut dengan Hula-hula. Ini disebut dengan adat Dalihan Na Tolu. Adat inilah yang menimbulkan hipotesa bahwa seorang batak yang terikat erat dengan adat akan sangat sulit untuk memimpin. Untuk marganya saja mungkin ya, tetapi tidak mungkin ia dapat memimpin keluarga marga istrinya. Walaupun sang lelaki adalah seorang Jendral, tetapi apabila saudara lelaki istri yang hanya Kopral saja meminta bantuan sang Jendral, maka sang Jendral sangat tabu untuk menolaknya.

Pertanyaan kedua, mengapa saat ini orang batak sangat mengagungkan pendidikan (hamajuon). Bahkan ada lagu: Anakku ialah kekayaan bagiku. Lagu yang bercerita apapun akan orangtua lakukan agar anaknya sekolah lebih keras, lebih tinggi dan mampu bersaing lebih baik dari mereka. Di dalam buku Tuanku Rao, dijelaskan bahwa peran Nommensen, seorang misionaris dari Jerman, bagi kemajuan pendidikan sangatlah besar. Tahun 1865 ia membaptis Raja Pontas Lumbantobing di Silindung. Lalu Raja tersebut mengajak orang-orang batak lainnya agar dibaptis kemudian menjadi penatua/majelis di gereja batak. Setiap anak majelis diberikan kesempatan untuk disekolahkan di sekolah Zending, MULO dan HIS, dan lulusannya akan bekerja di perusahaan Belanda dan memperoleh gaji. Mengapa perusahaan Belanda mendukungnya? karena ajaran Parbaringin, yang mengajarkan agama asli orang Batak membuat suku batak menjadi lebih bersatu. Oleh karena itu dengan adanya misi penginjilan tersebut, perusahaan Belanda terbantu untuk meredam gejolak perlawanan di tanah Batak. Sejak itu, sekolah-sekolah Zending menyebar dengan cepat, karena dengan bekerja tetap dan menerima gaji mereka tidak lagi bergantung pada hasil sawah dan ladang. Inilah awal dari kemajuan suku bangsa Batak, khususnya batak Toba. Gereja ini masih berdiri hingga saat ini dan tahun 2011 akan berusia 150 tahun. Belum terlalu lama untuk ukuran evolusi pendidikan, tetapi memberikan makna perubahan yang berarti, walaupun hingga kini penelusuran sejarah untuk mengungkap siapa sejatinya suku bangsa batak ini belum bisa dipecahkan. Bahkan kisah Singamangaraja sendiri pun seperti kisah kelahiran Mesias di Betlehem. Singamangaraja I lahir tanpa dibuahi, melainkan dari Roh. Hingga kini, ajaran tersebut masih ada, bernama ajaran kepercayaan Parmalim.

Membuat Perencanaan Waktu Proyek

Posted by apapunditulis on Minggu, 29 November 2009 , under |



Didalam manajemen proyek, dasar utama dari perencanaan waktu ialah Work Breakdown Structure (WBS). WBS ini merupakan detail aktivitas dari sebuah proyek. Sebagai contoh apabila proyek itu merupakan proyek Event Organizer, maka detail aktivitas itu misalnya pemilihan warna undangan, pemilihan jenis tulisan, pemilihan model gambar denah, pemilihan jenis kertas, pemilihan jenis dan merk tinta cetak, jumlah cetakan dan kop amplop merupakan bagian dari sub-proyek Pembuatan Kartu Undangan. Detail pekerjaan tersebut dapat dikatakan WBS, dan untuk project EO ada banyak lagi sub-proyek yang harus didetailkan.

Dari detail aktivitas proyek atau selanjutnya disebut WBS, ditentukan waktu pekerjaan dari tiap-tiap aktivitas. Apabila waktu tersebut dibuat dalam bentuk diagram batang, maka akan terbentuk sebuah grafik yang disebut dengan Gantt Chart. Ini merupakan diagram perencanaan waktu proyek yang paling sederhana dan paling mudah untuk dimengerti. Contoh Gantt Chart adalah seperti berikut http://albertoaden.files.wordpress.com/2009/03/gantt_chart.gif

Untuk kepentingan kontrol proyek, maka aktivitas-aktivitas dalam waktu proyek tersebut seharusnya saling berkaitan. Sehingga apabila aktivitas yang satu terlambat mungkin akan mempengaruhi aktivitas berikutnya. Sebagai contoh apabila pemilihan warna undangan belum selesai maka pemilihan jenis dan merk tinta cetak juga belum dapat dimulai. Nah inilah yang dinamakan dengan hubungan antar aktivitas. Faktor ini sangat penting untuk dianalisis. Metoda untuk menganalisis hubungan ini disebut dengan Critical Path Method (CPM). Contoh CPM: http://www.ifm.eng.cam.ac.uk/dstools/gif/CritPathAn.gif




Project Cost Budgeting

Posted by apapunditulis on Sabtu, 28 November 2009 , under |



Bagaimana melakukan budgeting sebuah proyek?
Pada dasarnya ada dua pendekatan untuk menentukan anggaran proyek, yaitu Top Down Determination (TDD) atau Activity Based Budgeting (ABB). Untuk proyek-proyek berskala besar seperti proyek Engineering-Procurement-Construction (EPC) umumnya dilakukan dengan Top Down Determination. Sedangkan untuk proyek-proyek yang ukurannya lebih kecil biasanya dapat dilakukan dengan melakukan estimasi biaya tiap aktivitas, misalnya biaya aktivitas penggalian, aktivitas pengurukan, pemasangan kabel, dsb. Umumnya ini dapat dilakukan oleh seorang Cost Estimator. Tetapi untuk skala proyek besar, ABB mungkin dapat dilakukan setelah TDD dilakukan.

Top Down Determination ini dilakukan dengan serangkaian Project Feasibility Study, atau studi kelayakan ekonomis dari sebuah proyek. Kenapa dari Feasibility Study? Ya, karena dengan feasibility study kita bisa memperkirakan nilai biaya proyek dengan lamanya Break Even Point. Sebagai contoh misalnya Proyek Pembangunan Pabrik Baja, berapa nilai ekonomisnya untuk mencapai BEP dalam jangka waktu 5 tahun?

Nilai TDD merupakan nilai taksasi yang tingkat akurasinya mungkin masih mencapai 30%, karena nilai tersebut umumnya diperoleh dari nilai Best Practice, Estimasi Para Insiyur, atau dari Biaya berdasarkan pengalaman proyek lain yang kurang lebih sama. Nilai akurasi tersebut semakin tinggi dengan dibukanya kesempatan bagi kontraktor untuk penawaran harga. Setelah nilai penawaran ini dinegosiasi dan disepakati dalam sebuah perjanjian. Nilai ini sering disebut dengan nilai Commited Cost. Nilai Commited Cost inilah kemudian yang dijadikan nilai Estimasi Project Budget, dan pasti nilai lebih akurat karena sudah ada perjanjian yang mengikat. Nilai ini bisa meleset apabila proses seleksi Kontraktor/Vendor tidak dilakukan dengan baik, sehingga kemungkinan pekerjaan tidak diselesaikan dengan baik juga tinggi, tapi hal itu lebih dapat diatur sehingga seharusnya akurasi nilai estimasi berdasarkan nilai Commited Cost sudah lebih tinggi.

Pendekatan kedua untuk Project Cost Budgeting adalah dengan melakukan Activity Based Budgeting (ABB), istilah ini saya pergunakan sebagai kebalikan dari Activity Based Costing (ABC) yang sering digunakan dalam Forecasting atau penyusunan Pro-Forma Laporan Keuangan. Pada dasarnya di dalam pembiayaan, ada lagi dua cara membedakan biaya yaitu Direct dan Indirect Cost. Direct Cost adalah biaya yang langsung dapat dibebankan ke satu aktivitas, tetapi Indirect Cost tidak bisa. Contoh Indirect Cost adalah biaya perjalanan dinas untuk meeting proyek tidak dapat dibebankan kepada biaya pengadaan barang. Atau biaya air minum, kopi, gula, dsb yang ada di kantor proyek. Walaupun demikian, dengan kombinasi Work Breakdown Structure dan Organization Breakdown Structure setiap anggaran apapun dapat dibuat menjadi Direct, dengan mengacu pada divisi organisasi yang mengajukan budget. Kombinasi ini biasanya disusun dalam sebuah Cost Breakdown Structure (CBS). Nilai dalam CBS inilah yang disebut dengan Estimasi Project Budget.

Planning

Posted by apapunditulis on Jumat, 27 November 2009 , under |



"Planning is the parameter for success, Without planning it is hard to achieve success. If you fail to plan you plan to fail"

Dalam Project Management, bagian Planning sesungguhnya merupakan bagian tersulit. Riset membuktikan bahwa 60% resiko dari seluruh aktivitas proyek berada di perencanaan. Contoh nyata dari perencanaan yang salah adalah waktu yang tidak bisa tercapai sesuai rencana dan pengeluaran yang lebih besar dari anggaran (budget).

Ada beberapa pendekatan yang dilakukan dalam melakukan planning:
1. Best Practice; sebagai dasar perhitungan yang kasar. Ini bisa berupa waktu, biaya, kualitas maupun resiko.
2. Engineer's estimation; tenaga ahli yang berkompeten dan berpengalaman dapat memperkirakan waktu, biaya, kualitas maupun resiko.
3. Master plan; Penyusunan item-item pekerjaan yang makro
4. Detail Engineering Design; Dalam tahap ini Master Plan dibuat dalam bentuk lebih detail
5. Work Breakdown Structure; Ini merupakan standard yang biasanya digunakan dalam Perencanaan Proyek yang membutuhkan akurasi monitoring dan akurasi kontrol.

Sering kali praktisi Manajemen Proyek mengabaikan sebuah planning, dan akhirnya terseret-seret sewaktu mengerjakan proyek. Memperbaiki planning di tengah perjalanan proyek merupakan hal yang wajar apabila frekuensi-nya tidak banyak, akan tetapi perbaikan itu dilakukan terus-menerus maka dapat dipastikan bahwa perencanaan proyek tersebut tidak dilaksanakan dengan baik.

Pada dasarnya Program Kerja juga merupakan Proyek, karena sifatnya sama: terbatas dari segi waktu, terbatas dari segi resources (waktu, dana, manusia). Oleh karena itu perencanaan Program Kerja yang baik juga sebaiknya menggunakan kaidah-kaidah Manajemen Proyek. Dan inilah yang menyebabkan para pengambil keputusan dari berbagai bidang sangat tertarik untuk mempelajari Manajemen Proyek, karena pengertian orang mengenai proyek itu adalah hal-hal yang teknis kini sudah mulai bergeser. Bahkan kini disadari bahwa product launching itu pun merupakan sebuah proyek; karena hal tersebut memiliki waktu yang terbatas, dengan target yang spesifik dan dana yang terbatas.

merancang sebuah pengembangan bisnis untuk masyarakat

Posted by apapunditulis on Senin, 16 November 2009 , under |



Merancang sebuah pengembangan bisnis untuk masyarakat adalah strategic management dan project management. Disebut strategic kalau hal itu dimulai dari tataran konsep dan belum pernah dijalankan, dan disebut project management kalau hal tersebut sudah siap untuk dijalankan.


Ini adalah pekerjaan baruku di tempat kerja yang baru. Merancang pengembangan bisnis untuk masyarakat di sekitar Batang Toru, Tapanuli Selatan. Belajar dari pentingnya sebuah riset, hal itu sangat terasa waktu aku berpikir dan mempunyai tugas untuk menggunakan riset sebaik mungkin. Tanpa data sekunder yang lengkap sangat sulit untuk memperkirakan potensi yang seharusnya dikembangkan di daerah tersebut. Beberapa data yang pasti akan sangat berguna adalah Posisi Geografis, Demografi, Data Sosial-ekonomi, Data Industri, dan hasil-hasil survey lainnya. Data ini akan memberikan indikasi potensi dan kekurangan daerah serta berapa kira-kira capital market di daerah tersebut, terkait dengan buying powernya dan batas jumlah pembelinya.

Simple analysis kemudian bisa diterapkan terhadap data-data tersebut, dengan menggunakan rata-rata, tertinggi, terendah, jumlah, persentase, dsb. Apabila sudah dikelompokkan berdasarkan analisis tersebut barulah dianalisis kedalam SWOT analysis. Analisis tua yang masih berguna juga untuk mengajukan sebuah perencanaan.

Dari kedua analisis tersebut, kemudian ditentukan objectives dan focus strategy. Objectives itu misalnya pengembangan usaha tempe, fokus strateginya misalnya inkubator bisnis atau koperasi atau bantuan modal atau perluasan pasar, tergantung dari perkiraan capital market tadi.

Objectives dan Strategy tadi harus diperdalam lagi dengan menggunakan riset utama. Riset ini bisa menggunakan cara kualitatif, kuantitatif atau kombinasi keduanya. Hal ini diperlukan untuk memastikan objectives dan focus strategy yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sesudah membuat beberapa objectives dan focus strategy, kemudian ditentukan organisasi yang akan membantu pengembangan tersebut, dalam hal ini katakanlah perusahaan yang memiliki program CSR. Mungkin perusahaan tersebut dapat membuat foundation/yayasan yang akan membawahi beberapa institusi dibawahnya seperti Cooperatives, Business Incubator, Microfinance Institution dan Training Institution. Sesudah itu baru dibuat struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab masing-masing institusi tersebut termasuk juga yayasan dan perusahaan penyandang dana tersebut. Hal-hal diatas adalah bagian dari strategic management. Ini adalah cara perusahaan agar dapat beroperasi dengan baik di wilayah tersebut, umumnya perusahaan pertambangan atau perusahaan oil & gas. Itu juga merupakan tugas dan tanggung jawab perusahaan tersebut untuk mengembangkan usaha di wilayah tempat dia beroperasi, dan itu tertuang dalam kontrak karya dengan Pemerintah Republik Indonesia (di tempatku itu ada di Article 27).

Sesudah itu barulah dibuat Manajemen Proyek Pengembangan Bisnis Masyarakat. Bagaimana mengimplementasikan strategi dan objectives perusahaan agar terukur. Untuk pertama kali, foundation harus membuat:
  • Executive Summary (Project Integration)
  • Background of Programs and Data Analysis
  • Work Breakdown Structure
  • Organization Breakdown Structure
  • Project Schedule
  • Budget and Cost
  • Monitor and Control
  • Risk Management (exit strategy)
  • Business Process Plan
  • Standard Operation Procedures
  • Work Instructions
Foundation kemudian menginisiasi pendirian lembaga-lembaga bantuannya (koperasi, inkubator bisnis, dsb) dengan manajemen proyek seperti di atas. Apabila sudah berdiri, maka tiap-tiap lembaga tersebut harus membuat manajemen proyek mereka sendiri-sendiri, lalu dievaluasi oleh tim foundation yang diisi oleh para pakar finansial.

Masih banyak langkah-langkah yang harus dilakukan mudah-mudahan sempat untuk menuliskannya lagi di lain waktu.