Project Management - Stakeholder Analysis & Mapping
Pengertian stakeholder adalah pihak-pihak yang terkait, dan Stakeholder Analysis adalah pengkajian terhadap pihak-pihak yang terkait langsung dan tidak langsung terhadap bisnis / proyek / penjualan, dan sebagainya. Di dalam project management, Stakeholder Analysis merupakan sesuatu yang sangat penting, dan ini harus dimulai sebelum proyek itu dimulai.
Langkah-langkah Publikasi Dokumen
Bagaimana melakukan publikasi dokumen secara benar? Publikasi dokumen dilakukan dengan tahapan-tahapan seperti berikut ini:
1. Penyiapan Draft 1
2. Publikasi Issued for Review (IFR), untuk direview oleh pihak lain
3. Penyiapan Draft 2
4. Publikasi Issued for Comment (IFC), untuk dikomentari oleh pihak lain
5. Penyiapan Draft 3
6. Publikasi Issued for Approval (IFA), untuk disetujui oleh atasan yang bersinggungan langsung dengan keberadaan dokumen tersebut
7. Publikasi Issued for Use (IFU), untuk dipergunakan oleh semua pihak yang berada di bawah authority pemberi persetujuan.
Setelah IFU maka pihak-pihak lain dapat memberikan masukan terhadap perubahan dokumen sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh organisasi. Revisi dicatat dan prosesnya melalui langkah 1 kembali.
Tips" Membuat Business Process secara mudah
Membuat Business Process sebenarnya tidaklah terlalu sulit, hanya diperlukan beberapa perangkat seperti berikut ini:
1. Microsoft Visio (mandatory)
2. Microsoft Word
3. Mind Mapper (optional)
Langkah-langkah berpikirnya adalah seperti berikut:
1. Pelajari organization structure di perusahaan anda,
2. Pelajari tugas dan fungsi setiap organisasi dan sub-subnya,
3. Petakan dengan menggunakan Mindmapper atau Visio atau di kertas selembar mengenai pekerjaan yang akan anda buat business process-nya,
4. Petakan tiap-tiap proses bisnis tersebut terhadap organisasinya, misal pekerjaan Pembuatan Dokumen Tender, berada di bawah departement Supply Chain Management atau di bawah divisi Procurement.
5. Dokumentasikan setiap proses tersebut, kemudian petakan setiap business process-business process tersebut ke dalam bentuk business process yang lebih besar. Ini disebut dengan end to end business process.
6. Turunkan setiap business process menjadi Standard Operating Procedure, yang menjelaskan lebih detail mengenai business process yang sudah dibuat.
7. Turunkan SOP ke dalam Work Instruction (WI) apabila diperlukan, kemudian buat form-form atau template yang diperlukan untuk aplikasi SOP / WI.
8. Uji setiap Business Process, SOP, WI dan forms di dalam real business, lakukan koreksi untuk penyempurnaan.
Membuat Perencanaan Waktu Proyek
Project Cost Budgeting
Bagaimana melakukan budgeting sebuah proyek?
Pada dasarnya ada dua pendekatan untuk menentukan anggaran proyek, yaitu Top Down Determination (TDD) atau Activity Based Budgeting (ABB). Untuk proyek-proyek berskala besar seperti proyek Engineering-Procurement-Construction (EPC) umumnya dilakukan dengan Top Down Determination. Sedangkan untuk proyek-proyek yang ukurannya lebih kecil biasanya dapat dilakukan dengan melakukan estimasi biaya tiap aktivitas, misalnya biaya aktivitas penggalian, aktivitas pengurukan, pemasangan kabel, dsb. Umumnya ini dapat dilakukan oleh seorang Cost Estimator. Tetapi untuk skala proyek besar, ABB mungkin dapat dilakukan setelah TDD dilakukan.
Top Down Determination ini dilakukan dengan serangkaian Project Feasibility Study, atau studi kelayakan ekonomis dari sebuah proyek. Kenapa dari Feasibility Study? Ya, karena dengan feasibility study kita bisa memperkirakan nilai biaya proyek dengan lamanya Break Even Point. Sebagai contoh misalnya Proyek Pembangunan Pabrik Baja, berapa nilai ekonomisnya untuk mencapai BEP dalam jangka waktu 5 tahun?
Nilai TDD merupakan nilai taksasi yang tingkat akurasinya mungkin masih mencapai 30%, karena nilai tersebut umumnya diperoleh dari nilai Best Practice, Estimasi Para Insiyur, atau dari Biaya berdasarkan pengalaman proyek lain yang kurang lebih sama. Nilai akurasi tersebut semakin tinggi dengan dibukanya kesempatan bagi kontraktor untuk penawaran harga. Setelah nilai penawaran ini dinegosiasi dan disepakati dalam sebuah perjanjian. Nilai ini sering disebut dengan nilai Commited Cost. Nilai Commited Cost inilah kemudian yang dijadikan nilai Estimasi Project Budget, dan pasti nilai lebih akurat karena sudah ada perjanjian yang mengikat. Nilai ini bisa meleset apabila proses seleksi Kontraktor/Vendor tidak dilakukan dengan baik, sehingga kemungkinan pekerjaan tidak diselesaikan dengan baik juga tinggi, tapi hal itu lebih dapat diatur sehingga seharusnya akurasi nilai estimasi berdasarkan nilai Commited Cost sudah lebih tinggi.
Pendekatan kedua untuk Project Cost Budgeting adalah dengan melakukan Activity Based Budgeting (ABB), istilah ini saya pergunakan sebagai kebalikan dari Activity Based Costing (ABC) yang sering digunakan dalam Forecasting atau penyusunan Pro-Forma Laporan Keuangan. Pada dasarnya di dalam pembiayaan, ada lagi dua cara membedakan biaya yaitu Direct dan Indirect Cost. Direct Cost adalah biaya yang langsung dapat dibebankan ke satu aktivitas, tetapi Indirect Cost tidak bisa. Contoh Indirect Cost adalah biaya perjalanan dinas untuk meeting proyek tidak dapat dibebankan kepada biaya pengadaan barang. Atau biaya air minum, kopi, gula, dsb yang ada di kantor proyek. Walaupun demikian, dengan kombinasi Work Breakdown Structure dan Organization Breakdown Structure setiap anggaran apapun dapat dibuat menjadi Direct, dengan mengacu pada divisi organisasi yang mengajukan budget. Kombinasi ini biasanya disusun dalam sebuah Cost Breakdown Structure (CBS). Nilai dalam CBS inilah yang disebut dengan Estimasi Project Budget.
Planning
merancang sebuah pengembangan bisnis untuk masyarakat
Merancang sebuah pengembangan bisnis untuk masyarakat adalah strategic management dan project management. Disebut strategic kalau hal itu dimulai dari tataran konsep dan belum pernah dijalankan, dan disebut project management kalau hal tersebut sudah siap untuk dijalankan.
- Executive Summary (Project Integration)
- Background of Programs and Data Analysis
- Work Breakdown Structure
- Organization Breakdown Structure
- Project Schedule
- Budget and Cost
- Monitor and Control
- Risk Management (exit strategy)
- Business Process Plan
- Standard Operation Procedures
- Work Instructions