Sebuah Pemikiran Mengenai Teknik Pengambilan Keputusan
sebuah pemikiran mengenai pengambilan keputusan....
- Stratejik, seperti visi dan misi,
- Operasional, seperti absensi, jam kerja.
Pemberlakuan C-AFTA 2010
Awal tahun 2010 dimulai dengan pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Agreement, yang memberlakukan sekitar 90% harga komoditi dari China ke Negara-negara ASEAN dan sebaliknya turun dari sekitar 12% hingga ke 0.6%. Hal ini merupakan pangkasan dari biaya pajak. Dari jumlah populasi yang terkena imbas, ini merupakan perjanjian kerjasama perdagangan yang terbesar di dunia. Dari volumenya merupakan yang ke-tiga terbesar di dunia. Potensi market yang besar ini dipastikan akan meningkatkan kekompetitifan negara-negara yang terlibat.
Selamat bersaing bangsa Indonesia!
One Sigma
Kondisinya, perusahaan pun bisa panik. Seorang CEO yang punya KPI ketat mungkin akan memaksa Marketing Manager-nya untuk mencapai target Sales tinggi dan Cost of Good Solds (COGS) yang seminimum mungkin. Dan membuat KPI manager berdasarkan Sales (uang). Seringkali anggapan KPI berdasarkan uang adalah cara yang paling fair, karena terukur. Tapi bagaimana dengan hasil produksi? kacau balau? atau berapa yang berhasil dari sekian banyak usaha? seringkali ini jadi diabaikan, akhirnya kerja serabutan yang penting dapet target uang.
Ketika terlibat dalam pembuatan proposal di kantor, terlintas pikiran berapa kemungkinan menang dari proposal ini? Bisa nggak aku pake metoda Six Sigma untuk melakukan improvement? “pasti bisa!” pikirku. Six Sigma adalah sebuah cara dalam Manajemen Operasi untuk meningkatkan keberhasilan produksi. Dari produksi 1 juta, cacat produk tidak boleh melebihi 3,4 buah. Ini diterapkan di Motorola, GE, Toyota, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Aku berpikir, tidak mungkin proposal bisa mencapai keberhasilan seperti itu, tapi setidaknya mencapai 67% keberhasilan, atau One Sigma bisa dijadikan target keberhasilan proses.
Kemudian aku mencatat jumlah proposal yang telah dibuat perusahaan tahun ini, dan membandingkannya dengan tingkat keberhasilan. Aku tercengang, karena keberhasilan proposal menjadi proyek hanya 9%. Jauh dari One Sigma. Kemudian, yang menjadi pertanyaan, kenapa selama ini manajemen hanya memikirkan hasil akhir (Sales), tidak pada prosesnya??? Seandainya proses ini ditingkatkan maka nilai Sales (hasil akhir) pun akan menaik. Inilah lika-liku bisnis, kadang2 kita hanya fokus pada uang, sehingga KPI pun berdasarkan uang saja, tidak perduli prosesnya, akhirnya, COGS atau biaya terbuang untuk mencapai Sales tersebut menjadi tinggi. COGS tersebut meliputi biaya pembuatan proposal, reproduksi proposal, pengiriman, dsb. Ujung-ujungnya Sales didapat tinggi, tetapi pengeluaran juga tinggi.
Mencermati kondisi yang ada, perusahaan memiliki Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Tapi sistem tersebut tidak memberikan improvement apa-apa. Itu hanyalah sebuah sistem dokumentasi semua proses bisnis yang dilakukan. Sistem ini bisa dipergunakan sebagai track record. Tapi kalau tidak ada target improvement, maka sistem ISO tersebut tidaklah bermanfaat. So, rasanya penerapan Internal Quality Control and Improvement mesti ditingkatkan pada target yang lebih realistis.
That’s just my thought.. kalo aku jadi CEO ntar mesti ngerti proses bisnis dan juga target bisnis. Setidaknya, aku dapetin sesuatu dari kuliah Operation Management :) last question, how to compile KPI based on Operation and Sales.. that's a real life..
“bangkit dan bangkit lagi setelah jatuh dan tidak mudah jatuh lagi kemudian berlari lebih kencang”
Bossy
Bila ditinjau dari perspektif ke-Indonesiaan aku yang kental (bangga jadi warga negara Indonesia!!) he.he.. perilaku bossy ini sudah jadi bagian dari kehidupan penduduk Indonesia secara umum.. siapa yang posisinya menentukan posisi orang lain dapat semena-mena memerintah orang lain.. sebenarnya, ini ga hanya di Indonesia, tetapi hampir di seluruh Negara-negara Asia, atau aku menyimpulkannya sebagai budaya Timur. Mungkin ini muncul dari kebiasaan untuk menghormati orang yang lebih tua, lebih makmur, lebih berkuasa, dan lebih-lebih yang lainnya sehingga orang yang merasa dirinya lebih juga merasa dirinya harus dihormati dan dipatuhi.
Jadi inget Ospek tahun 99-2000, aku sebagai mahasiswa baru (dipanggil kunyuk) dicekokin dan disuruh menghafal dan meneriakkan kata-kata ini, setiap ditanyakan “Who is the leader?” aku mesti jawab “The leader is the one who knows the ways, shows the way and goes the way!”. Dulu sih mungkin cuma teriak-teriak aja daripada digampar oleh senior dan swasta, yang bisa bikin kunang-kunang muncul di siang hari atau pandangan abu-abu padahal ga mendung. Sejak bergabung dalam organisasi, aku baru mengerti prinsip itu. Seorang pemimpin adalah seseorang yang harus mengerti permasalahan, memberikan jalan keluar dan ikut bersama-sama untuk memecahkan masalah.
Daniel Goleman, seorang pengarang buku Leadership yang sangat terkenal, melakukan riset mengenai kepemimpinan, dan hal tertinggi yang dapat memotivasi bawahan adalah pemimpin yang bersama-sama dengan bawahannya menyelesaikan permasalahan (oleh Goleman diistilahkan dengan Authoritative Leadership, dengan ciri khas : “come with me..!”). . Paradigma lama mengenai pemimpin harus dilayani kini mulai bergeser dengan pemikiran bahwa pemimpin adalah seseorang yang harus melayani.
Fiuwh.. yuk kerja lagi.. memenuhi keinginan bos-bos yang kadang-kadang tidak tahu apa yang kita pengen dari mereka.. yang kalo menurut grup band Slank:
HEY BUNG!
Hey bung yang di atas sana coba turun ke jalan
Lihat2 situasi apa yang terjadi
Hey bung yang dibalik meja coba turun ke jalan
Tunjukkan rasa perhatian
Hey bung didalam gedung megah coba turun ke jalan
Liat2 kondisi bair pasti
Hey bung yang berkuasa coba turun ke jalan
Berikan rasa kelembutan
Jangan tunggu kami turun di jalanan
Jangan sampai kami yang tunjukkan rasa … rasa
Yo, kita tunjukkan kualitas kepemimpinan kita dengan ikut simpati terhadap pekerjaan orang yang secara struktural berada di bawah kita.. kita mesti tahu, mesti bisa tunjukkin jalan, dan ikut bersama-sama dengan mereka dalam menyelesaikan masalah. That’s a real leader!! bukan bossy asal perintah aja.. ga mau tau pokonya jadi..! fiuwh.. gawe lagi yok.. walaupun bos emang bossy he.he.he.. ga mungkin minta dia berubah, nanti aja kalo posisinya udah diganti ama gw deh.. gw mesti jadi pemimpin yang lebih baik :)
Karbon Kredit - Credit Carbon
Sedikit berbagi ilmu, mudah-mudahan bisa berguna..
Barusan, temen gw kasihtau ada pengumuman tender di PLN mengenai pembelian karbon kredit melalui skema CDM.. terus gw bingung, lha kita kan perusahaan konsultan engineering di bidang lingkungan ga ikut dalam beli-belian seperti kontraktor.. tapi agak penasaran dengan pengumuman konsultannya, saya berpikir kayaknya dimaksud adalah pembuatan mekanisme pengurangan emisi gas buang dari batubara yang dipake oleh PLN untuk PLTU-PLTU nya..
Cari-cari di internet, ternyata yang dimaksud dengan karbon kredit itu kurang lebih seperti ini (pake ilustrasi biar lebih enak jelasinnya..):
PLN sekarang ini menggunakan batubara untuk menghasilkan listrik. Batubara tersebut jelas menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Dengan melakukan konversi energi dari batubara ke tenaga-tenaga lain (gas, energi matahari, tenaga air, tenaga angin, dsb) berarti PLN melakukan pengurangan emisi karbon, katakanlah menjadi minus 2 dari ambang batas. Pengurangan emisi karbon tersebut kemudian diberitahukan kepada pemerintah Indonesia, untuk kemudian diteruskan ke PBB. Dari PBB diberikan ke negara-negara maju yang industri-nya mengeluarkan karbon melebihi ambang batas, katakanlah lebih 2 dari ambang batas. Industri tersebut dapat membeli minus 2 dari PLN agar kelebihan ambang batasnya menjadi 0. Angka 2 itulah yang dimaksud karbon kredit, jadi PLN punya karbon kredit sejumlah 2. Nilai 2 tersebut dikonversikan menjadi nilai uang, atau pemasukan bagi PLN.
Nah, hubungannya dengan perusahaan aku apa? Perusahaan aku adalah konsultan yang core business-nya di bidang lingkungan, jadi dapat melakukan pembuatan skema energi alternatif, perhitungan selisih emisi sesudah konversi penggunaan batu bara tersebut, pengajuan ke KLH dan PBB, hingga PLN dapat memperoleh uang dari negara-negara maju (yang ikut dalam protokol Kyoto).
Sekian dulu.. lain kali aku bagi2 mengenai kuliah2 aku, dan pekerjaan2 aku yang mungkin bermanfaat bagi awam..
referensi : Clean Development Mechanism, Kyoto Protocol, Carbon Credit
