Mentari

Posted by apapunditulis on Minggu, 07 Maret 2010 , under |






Mentari menyala disini
Disini di dalam hatiku
Gemuruhnya sampai disini
Disini di urat darahku
Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar duri sekitarku
Tak satupun yang mampu menghalangiku
Menyala di dalam hatiku
Hari ini hari milikku
Juga esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap menyala
Disini di urat darahku

"sebuah lagu tentang keberanian untuk terus melangkah menyongsong hari esok yang cerah.. diperoleh ketika sedang mengikuti ospek selama 1 tahun... inti lagu ini bagi saya pada saat itu adalah walaupun ospek itu tidak tau kapan berakhir, saya yakin segala sesuatu ada ujungnya dan ada akhirnya jadi jangan menyerah dalam keadaan apapun." 


VIVAT GANESHA!!!

Doa Minggu Pagi

Posted by apapunditulis on , under |



Bapa,
Terimakasih aku tumbuh di negara ini, terimakasih aku besar di republik ini,
Berkati para pemimpin, berkati para pengambil keputusan,
Berkati agar negara Indonesia menjadi negara yang besar.
Selamat Hari Minggu Bapa.
Amin.

Sebuah Pemikiran Mengenai Teknik Pengambilan Keputusan

Posted by apapunditulis on Senin, 01 Maret 2010 , under |



sebuah pemikiran mengenai pengambilan keputusan....


Setiap pemimpin pasti menyadari bahwa keputusan-keputusan yang dibuat memiliki resiko. Ada banyak sekali teknik pengambilan keputusan yang telah dijadikan pedoman bagi organisasi maupun individu yang berbeda. Teknik menebak, mengundi dan tafsir mimpi mungkin merupakan teknik pengambilan keputusan yang tertua yang sampai saat ini masih dipergunakan oleh manusia. Di dunia bisnis, ada beberapa teknik pengambilan keputusan yang dipelajari, misalnya teknik Go or No Go, Best Alternative to a Negoatiated Agreement, Mind Map, Six Hat, dan sebagainya. Tiap teknik dipergunakan tergantung pada individu yang menggunakan, tingkat kompleksitas, urgensi dan kepentingan permasalahannya.

Tapi biar tidak terlalu jauh melangkah ke berbagai teknik pengambilan keputusan, mari kita telaah terlebih dahulu unsur dari sebuah keputusan secara sederhana, yaitu:
1. Pemicu/Penyebab
2. Kendala
3. Harapan/Ekspektasi
4. Pengolahan Informasi
5. Pengambilan Keputusan

Jadi dapat disimpulkan bahwa keputusan diambil itu disebabkan oleh pemicu, kendala, dan harapan untuk memperoleh hasil tertentu. Ketiga faktor tersebut merupakan data utama untuk diolah sebagai informasi untuk pengambilan keputusan.



Pemicu
Pemicu dari sebuah keputusan itu bisa rasional dan tidak rasional, tergantung dari sudut pandang pengambil keputusan. Contoh pemicu irrasional adalah: feeling, mimpi, kekhawatiran, ketakutan, pengalaman pahit, dan sebagainya. Sedangkan pemicu rasional contohnya adalah: progress proyek, deadline, posisi market share, dan sebagainya. Dalam pengambilan keputusan, sebaiknya kedua faktor ini tetap diperhatikan dan diikutsertakan sebagai data yang perlu diproses lebih lanjut. Banyak kasus yang memperlihatkan pengusaha muda sukses tidak berdasarkan pemicu rasional seperti keberadaan modal, besarnya pasar dan sebagainya tetapi ia mengandalkan feeling atau keyakinan untuk sukses saja sebagai pemicu untuk mengambil keputusan sebagai pengusaha dan memang berhasil.
Bila dilihat dari sudut pandang bisnis, pemicu ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Stratejik, seperti visi dan misi,
  2. Operasional, seperti absensi, jam kerja.
Kendala
Setiap keputusan selalu memiliki kendala. Kendala ini merupakan peraturan, undang-undang, norma, SOP (standard operating procedure) serta kebijakan-kebijakan lainnya yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah keputusan. Tidak memperhatikan kendala dalam mengambil keputusan dapat menyebabkan orang masuk penjara dengan alasan korupsi, karena pengambil keputusan tidak memperhatikan adanya aturan-aturan lain yang melarang ia untuk mengambil keputusan dengan cara yang dilarang dalam undang-undang. Contoh lain kendala ini adalah keinginan untuk menikah memiliki kendala harus dana yang besar untuk acara adat, kendalanya adalah aturan peradatan yang mengikat, sehingga keputusan menikah tidak dapat dilaksanakan dengan proses instant. Contoh kendala-kendala ini adalah: job description, otoritas atau kewenangan, undang-undang, norma, kebiasaan, adat istiadat, karakter (peragu, pemberani, dsb), area penjualan, dan sebagainya.
  
Harapan
Harapan dalam hal ini ialah sesuatu yang diharapkan terjadi atau diperoleh setelah keputusan diambil. Misalnya keputusan untuk memukuli, atau melapor ke hansip, melapor ke polisi ketika seorang pencuri tertangkap basah. Hasil yang diharapkan adalah agar pencuri tersebut menjadi jera dan tidak mencuri lagi. Bisa juga keputusan untuk belajar keras merupakan buah dari harapan.

Pengolahan Informasi
Pengolahan informasi untuk pengambilan keputusan merupakan teknik pengambilan pemicu, kendala dan kemungkinan hasil (harapan) yang sebanyak-banyaknya sebelum mengambil keputusan. Teknik pengolahan informasi ini lebih mudah untuk dipelajari. Contoh teknik pengambilan informasi ini adalah diskusi, mindmap, six hat, survey, riset, dan sebagainya. Dalam pengolahan informasi, kemungkinan terjadi bias sangat mungkin terjadi. Bias ini umumnya disebabkan oleh keterbatasan waktu, keterbatasan responden, keterbatasan kontributor, keterbatasan interpretasi, keterbatasan pengalaman, dan sebagainya. Metoda-metoda teknik pengambilan keputusan pada umumnya membahas pada teknik pengolahan informasi ini, terutama pada hal pengambilan ketiga faktor pemicu, kendala dan harapan.

Pengambilan Keputusan
Keputusan merupakan reaksi terhadap sebuah pengolahan informasi pemicu dan kendala yang ada untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Dilihat dari pemicunya, maka Pengambilan Keputusan ini dapat dibagi dua menjadi Pengambilan Keputusan Strategis dan Pengambilan Keputusan Operasional. Pengambilan keputusan strategis terkait dengan visi, misi, impian, target bisnis, dan sebagainya. Sedangkan pengambilan keputusan operasional terkait dengan kegiatan operasional seperti yang tertuang dalam SOP (standard operating procedure).

Kesimpulan
Secara sederhana, berbagai teknik pengambilan keputusan yang ada saat ini, baik yang rasional maupun irrasional tergantung pada keempat faktor pendukung dalam pengambilan keputusan, yaitu Pemicu, Kendala, Harapan, dan Pengolahan Informasi. Dengan memperhatikan keempat faktor tersebut, maka keputusan dapat diambil dengan lebih rasional dan memiliki alasan yang lebih baik.

Dari keempat faktor tersebut, ada dua hal yang dapat terutama dapat meningkatkan banyak atau sedikitnya keputusan yang diambil. Kedua faktor tersebut ialah Pemicu dan Kendala. Dengan mereduksi pemicu serta meningkatkan kendala maka jumlahnya keputusan yang harus diambil akan lebih sedikit atau lebih sempit. Contohnya adalah merekrut Hansip di lingkungan RT, dan membuat aturan kerja serta prosedur kerja Hansip dapat membuat Hansip lebih mudah melakukan pekerjaannya. Sehingga ia tidak menjadi bingung apakah pencuri yang tertangkap harus dipukuli atau harus digadang keliling kampong, atau harus dilaporkan ke polisi. Dalam dunia bisnis, teknik ini diimplementasikan dalam bentuk security, secretary, customer service, dan SOP (standard operating procedure) untuk mereduksi jumlah keputusan strategis terkait dengan keluhan pelanggan. Dengan mengatur kedua faktor tersebut, maka dapat dilakukan outsourcing pegawai yang terkait dengan keluhan pelanggan, karena keputusan strategis dapat direduksi.

Dalam dunia nyata, seringkali keputusan diambil secara cepat dan merupakan gerak refleks saja. Seperti keputusan untuk makan siang, kalau harus menggunakan berbagai teknik pengambilan keputusan maka hasilnya adalah semakin lapar bukan? Keputusan untuk berekreasi, keputusan untuk bermain, keputusan untuk tidur, keputusan untuk beristirahat, dan berbagai keputusan-keputusan lainnya.